Dejan Lovren dalam perburuan AC Milan

AC Milan nampaknya tak ingin setengah-setengah dalam mengejar tanda tangan bek Liverpool, Dejan Lovren. Baru-baru ini, perwakilan Rossoneri dikabarkan sudah melakukan pertemuan dengan agen pria asal Kroasia tersebut.

Dejen Lovren dikabarkan gerah dengan itu dan berniat untuk hengkang pada musim depan. Terlebih setelah tim raksasa Italia, AC Milan, dikabarkan tertarik untuk menampungnya pada musim panas ini. Klub asuhan Marco Giampaolo tersebut serius berminat dengannya.

Rossoneri pun dikabarkan sudah melakukan pergerakan untuk mendapatkan tanda tangan pemain berumur 30 tahun itu. perwakilan AC Milan telah mengadakan pertemuan dengan agen Dejen Lovren, Vlado Lemic.

AC Milan secara kuantitas mereka sedang mengalami kekurangan karena Mattia Caldara tengah akrab dengan cedera parah. Beruntung duet Alessio Romagnoli dan Mateo Musacchio jarang dihantam cedera.

Dejan Lovren kemungkinan besar akan sulit menggeser alah satu dari dua bek yang telah mantap sebagai duet tersebut. Tapi, eks pemain Southampton itu memiliki modal penting yang bisa digunakan untuk merebut satu tempat di tim inti, yaitu pengalaman.

Dejan Lovren dalam karirnya sebagai pesepak bola. Sebelum mengantar Timnas Kroasia mencapai final Piala Dunia 2018, ia juga sukses membawa Liverpool menjadi finalis Liga Champions.

Kesempatan untuk tampil di laga final Liga Champions 2018-2019 lalu. Sayang, lagi-lagi karena masalah cedera, Lovren terpaksa menjadi penghangat bangku cadangan dan hanya menyaksikan perjuangan rekan-rekan setimnya dari pinggir lapangan.

Liverpool akan jual Xherdan Shaqiri

Liverpool dikabarkan membuat kejutan untuk bursa transfer musim panas ini mendatang. Pasalnya, ada nama Xherdan Shaqiri dalam daftar jual klub yang jadi finalis Liga Champions 2018/19 tersebut.

Xherdan Shaqiri bergabung dengan Liverpool pada awal musim 2018/19. Pemain asal Swiss tersebut dibeli dengan harga 14,7 juta euro. Performa Xherdan Shaqiri pun tidak begitu lemah atau jelek sepanjang musim ini.

Xherdan Shaqiri selalu bisa diandalkan saat Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohamed Salah sedang buntu atau tidak bisa bermain. Xherdan Shaqiri bisa dikatakan sebagai pemain yang penting bagi lini depan The Reds.

Pada Liga ini Xherdan Shaqiri sukses mencetak enam gol dan lima assist dari 24 kali kesempatan bermain untuk Liverpool. Dia gol dia cetak ke gawang Manchester United, saat eks pemain Inter Milan itu tampil sebagai pemain pengganti.

The Reds justru disebut suap menjual pemain berusia 27 tahun tersebut. Xherdan Shaqiri akan ‘diuangkan’ pada bursa transfer musim panas ini. Liverpool siap melepas Xherdan Shaqiri jika memang ada tawaran yang menarik dengan nominal yang cukup tinggi. Pintu negosiasi untuk klub yang berminat memakai jasa Shaqiri dibuka lebar oleh manajer Jurgen Klopp dengan harga yang lebih tinggi. memasukkan Shaqiri dalam daftar jual tentu saja tidak lepas dari rencana lain Jurgen Klopp di bursa transfer musim panas 2019.

Jurgen Klopp punya sederet nama yang ingin dibeli agar skuad Liverpool menjadi makin kompetitif pada musim depan. Dengan menjual Shaqiri, maka Klopp berharap mendapatkan cukup banyak dana untuk membeli pemain baru. Jurgen Klopp ingin memakai dana penjualan Shaqiri untuk memburu penyerang Luka Jovic atau Joao Felix.

Valverde Ragu Dengan Masa Depannya di Barcelona

Manager Barcelona, Ernesto Valverde mengungkapkan bahwa ia sendiri tidak yakin dengan masa depannya di Barcelona. Los Blaugrana tersingkir dari ajang Liga Champions setelah unggul 3-0 di leg pertama menghadapi Liverpool.

Namun secara mengejutkan, The Reds bangkit spartan dan berhasil memenangkan pertandingan di leg kedua dengan skor 4-0, yang berarti duta Inggris ini unggul 4-3 secara agregat.

Momen ini serupa di fase perempat-final musim lalu, ketika pasukan Valverde mampu unggul 4-1 atas AS Roma, namun di leg kedua harus tersingkir oleh klub ibu kota Italia yang memenangkan laga dengan skor 3-0.

Valverde mengakui bahwa gagalnya Barcelona ini adalah tanggung jawab dia sebagai pelatih.

“Pengaruhnya kepada masa depan saya ? Saya tidak tahu. Sebenarnya,Saya tidak punya waktu untuk hal semacam ini tapi ini merupakan tanggung jawab saya sebagai pelatih,” ujarnya kepada Movistar Plus.

Valverde mengakui permainan indah Liverpool, terutama ketika Divock Origi mencetak gol keempat yang akhirnya membuat Liverpool lolos.

“Sebuah gol yang fantastis yang membuat kami tersingkir tentunya” tambahnya.